Pages

Rabu, 14 November 2012

PENYUSUNAN HARGA PAKET WISATA


PenyUsunan Harga Paket wisata

Paket wisata merupakan suatu produk dan suatu produk  akan lebih lengkap jika diberi harga (price). Harga adalah suatu alat ukur bagi konsumen untuk melakukan penilaian terhadap suatu produk. Produk paket wisata bersifat comparative sehingga konsumen bias menilai dengan bantuan harga.
A.   Biaya
Biaya adalah pengeluaran yang harus dikeluarkan dalam pembuatan suatu produk dan ada beberapa jenis biaya yang harus diperhatikan
1.    Metode cost plus pricing
2.    Direct cost, biaya langsung adalah semua jenis biaya yang secara langsung digunakan dalam produksi paket wisata. Contoh biaya langsung: biaya akomodasi, transportasi, guide fee, dll
3.    Indirect cost, biaya tidak langsung adalah semua jenis biaya yang tidak langsung digunakan dalam pembuatan paket wisata. Contoh biaya tidak langsung; gaji karyawan, biaya marketing, biaya pengembangan.
4.    Saving cost/standbay cost.saving cost adalah perhitungan biaya yang digunakan untuk berjaga – jaga apabila terjadi perubahan biaya yang tidak direncanakan.
5.    Variable cost, biaya yang berubah karena jumlah atau frekuensi, sifatnya perorangan contoh: tiket/karcis masuk, meals. Dll
6.    Fixed cost: biaya tetap, yiatu biaya yang tidak berubah karena frekuensi atau jumlah contoh, trnsportasi.
7.    Semi – variable cost, sifatnya variable tapi juga tetap dimana biaya seperti ini harus dihitung secara fixed cost contoh donation, tips dll




Contoh Komponen Biaya

Komponen
Fixed cost
Variable cost
Sewa bus

Kit / Souvenir

Special Breakfast


Snack / refreshment

Entrance Fee (all objek)

Tour guide fee

Driver’s tip

Toll

Lunch/pax

SPA Service/pax








Penentuan biaya komponen sangat menentukan dalam penyusunan harga paket wisata, menetukan paket wisata dapat dilakukan dengan cara:
1.    Menghitung seluruh biaya yang dikeluarkan, dengan menjumlahkan biaya langsung dengan biaya tidak langsung.

2.    Hanya menghitung biaya langsung saja, sedangkan untuk menghitung biaya tidak langsungnya bias dilakukan dengan cara
a)      Biaya tidak langsung dimasukan kedalam besaran “M”. ‘M” yang baik dapat menutupi biaya tidak langsung dan juga menutupi biaya lansung yang tidak terpakai karena produknya tidak terjual. Maksudnya adalah biaya tidak langsung harus tergantikan oleh keuntungan margin.
b)      Biaya tidak langsung ditransformasikan kedalam biaya langsung
c)      Mengabaikan perhitungan biaya tidak langsung hal ini dilakukan dengan cara meminimkan biaya tidak langsung. Perhitungan ini lebih mudah namun tidak akurat.
Secara garis besar, sifat biaya component tour atau paket wisata terdiri dari dua biaya yaitu biaya tetap (fixed cost) dan biaya Variabel (variable cost). Permasalahan yang timbul adalah bagaimana cara menghitung jumlah keseluruhan biaya paket wisata yang terdiri dari 2 jenis biaya yang mempunyai sifat yang berbeda. Penghitungan biaya tersebut tidak akan mungkin jika tidak merubah salah satu jenis biaya ke biaya yang sama, penghitungannya bisa dilakukan dengan beberapa alternatif diantaranya yaitu:
1.    Mengubah biaya tetap (biaya bagi sejumlah pax tertentu) kedalam biaya perorangan, baru kemudian ditambahkan biaya variable (yang sudah menyatakan biaya perorangan) untuk memperoleh biaya perorangnya. Cara ini cocok digunakan untuk penghitungan yang menggunkan saving cost.
2.    Mengubah biaya variable (biaya per orang) kedalam biaya bagi sejumlah pax tertentu, baru kemudian dilakukan penjumlahan dengan biaya tetap. Baru setelah itu dilakukan pembagian dengan jumlah pax yang ada, untuk mendapatkan harga satuan. Cara ini cocok dilakukan untuk peyusunan tailor made tour.
Prosedur dalam menentukan perhitungan penyusunan biaya paket wisata yang dapat mencapai pendekatan untuk menentukan harga ialah:
1.    Menginventarisasi seluruh biaya komponen penyusunan paket wisata yang dapat di hitung
2.    Menyusun harga berdasarkan perhitungan, tidak menurut perasaan atau perhitungan kira - kira.
3.    Mengambil kebijaksanaan mempergunakan saving cost/standby cost untuk mencegah dampak bila terjadi perubahan biaya.
4.    Menjumlahkan seluruh biaya untuk sejumlah pax, baru melakukan pembagian dengan jumlah pax yang dihitung?
5.    Sejak awal perhitungan telah mencari biaya yang menyatakan biaya perpax
6.    Pada jumlah biaya perorangan yang diperoleh, ditambahkan perhitungan:
a)        Besarnya surcharge, mark up dan margin atas keuntungan yang diharapkan ditentukan sesuai kebijaksanaan masing masing perusahaan
b)        Harga jual bila memakai saluran distribusi (harga sudah termsuk komisi yang diberikan.
c)        Bila diperlukan dalam harga jual sudah termasuk perhitungan kondisi dari harga misalnya komplimentari
7.    Menghitung harga paket wisata yang dinyatakan dalam satuan mata uang tertentu, pada umumnya di Indonesia dinyatakan dengan Dollar Amerika

Seperti prnyusunan paket wisata, dalam penyusunan biayapun dikenal:
1.    Penyusunan biaya ready made tour
2.    Penyusunan biaya tailor made tour








Contoh penyusunan perhitungan harga paket wisata yang sederhana
      Memisahkan biaya tetap dengan biaya variable


Nama tour
:
……………………….

Biaya komponen paket wisata

Komponen biaya

Tetap

Variabel























































Jumlah
:






Jumlah biaya tour perpax
:




…%surcharge/.%markup
:














termasuk…….%komisi
:


dinyatakan dalam USD
:


Dibulatkan
:



Harga yang diperoleh berdasarkan form perhitungan diatas tidak semerta p merta atau tidak secara otomatis merupakan harga yang dijual kepada konsumen. Besarnya harga yang dijual kepada kekonsumen sangat tergantung kepada tour manager atau marketing manager
Tour costing
Penunjang kedua dari keberhasilan tour program adalah negosisasi harga tanpa mengurangi kwalitas layanan. Negosiasi dapat berhasil dengan win win solution juga memang terdapat unsur “trsut/percaya” dan trust akan didapat bila citra sudah baik dan dikenal dengan baik akan tetapi citra dari pelaku negosiasi pun mencadi jaminan, terutama dalam jaringan sosial mendapatkan kepercayaan dari kolega yang lain. Trik atau taktik dalam memasukan harga harus dikuasi oleh seorang tour planner dengan berdiskusi bersama tim marketing dan accounting.
Perhitungan Biaya Tour
a.    Total Cost per Pax
Total cost per pax adalah perhitungan jumlah keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh peserta tur dengan menggunakan rumus berikut

TCP = FC + ( VC x n)
                     n
FC = Fix Cost
VC = Variable cost
N   = Jumlah Pax


b.    Mark up oleh agent (X%) bila whole sale memberikan net price tanpa AC kepada agent. Dalam hal ini agent bebas menambahkan berapa keuntungan yang akan diambil dan bisa dihitung dengan rumus berikut:

MU = (Profit/ad on/Surcharge(%)) X TCP


c.    Net Price = harga pokok dari whole sale = total cost + Mark Up. Bila wholesale menjual tanpa agent commision maka net price disebut selling price dari wholesale ke agent, dimana whole sale tidak menjual langsung kepada pelanggan. Bila wholesale menjual langsung kepada pelanggan, maka dibutuhkan perjanjian standar keuntungan agent dan harus ditaati oleh wholesale

NP = MU + TCP

d.    Agent Commision adalah komisi yang diterima oleh agent penjualan atau travel agent dari whole saler karena menjual produknya dengan perjanjian perjanjian tertentu, dan bisa dihitung dengan menggunakan rumus berikut


AC =                                 x NP


e.    Selling Price adalah perhitungan harga jual secara keseluruhan bisa dihitung dengan menggunakan rumus


SP =                                 X NP








B.   Harga
Harga merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemasaran suatu produk karena harga adalah satu dari empat bauran pemasaran / marketing mix (4P = product, price, place, promotion / produk, harga, distribusi, promosi). Harga adalah suatu nilai tukar dari produk barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter.
Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa.
Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan akan menurun, namun jika harga terlalu rendah akan mengurangi keuntungan yang dapat diperoleh organisasi perusahaan.
Cara / Teknik / Metode Penetapan Harga Produk
1.    Pendekatan Permintaan dan Penawaran (supply demand approach)
Dari tingkat permintaan dan penawaran yang ada ditentukan harga keseimbangan (equilibrium price) dengan cara mencari harga yang mampu dibayar konsumen dan harga yang diterima produsen sehingga terbentuk jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.
2.    Pendekatan Biaya (cost oriented approach)
Menentukan harga dengan cara menghitung biaya yang dikeluarkan produsen dengan tingkat keuntungan yang diinginkan baik dengan markup pricing dan break even analysis.
3.    Pendekatan Pasar (market approach)
Merumuskan harga untuk produk yang dipasarkan dengan cara menghitung variabel-variabel yang mempengaruhi pasar dan harga seperti situasi dan kondisi politik, persaingan, sosial budaya, dan lain-lain.


sedangkan dalam dunia Pariwisata khususnya perjalanan wisata ada yang kita kenal:
1.    Matrix Pricing (harga berdasar deret ukur)
2.    Graphical pricing (function)
3.    Cost plus pricing
“C” merupakan faktor external atau faktor luar, sedangkan ‘M” merupakan faktor Internal.
Factor yang bisa digunakan sebagai alat menurunkan harga adalah factor “M” . akan tetapi, harus dilakukan dalam jumlah besar atau barang yang diproduksi banyak, jika kita melakukannya sedangkan barang yang diproduksi sedikit maka akan terjadi kerugian.
Kita harus menguasi sumber daya karena jika menguasai sumber daya mala dialah yang dapat mengontrol dunia termasuk Harga.
Pembuatan harga ini bertujuan untuk
1.    Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya
Dengan menetapkan harga yang kompetitif maka perusahaan akan mendulang untung yang optimal.
2.    Mempertahankan perusahaan
Dari marjin keuntungan yang didapat perusahaan akan digunakan untuk biaya operasional perusahaan. Contoh : untuk gaji/upah karyawan, untuk bayar tagihan listrik, tagihan air bawah tanah, pembelian bahan baku, biaya transportasi, dan lain sebagainya.
3.    Menggapai ROI (Return on Investment)
Perusahaan pasti menginginkan balik modal dari investasi yang ditanam pada perusahaan sehingga penetapan harga yang tepat akan mempercepat tercapainya modal kembali / roi.
4.    Menguasai Pangsa Pasar
Dengan menetapkan harga rendah dibandingkan produk pesaing, dapat mengalihkan perhatian konsumen dari produk kompetitor yang ada di pasaran.
5.    Mempertahankan status quo
Ketika perusahaan memiliki pasar tersendiri, maka perlu adanya pengaturan harga yang tepat agar dapat tetap mempertahankan pangsa pasar yang ada.



Reaksi:

4 komentar:

Poskan Komentar

bagi ada yang bisa di koreksi mohon di koreksi