Pages

Senin, 05 November 2012

Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia

Masuknya Islam ke Indonesia
Agama dan kebudayaan Islam mengalami perkembangan yang cukup pesat di wilayah Indonesia. Perkembangan ini berawal dari masyarakat indonesia yang berada di daerah pesisir pantai dari daerah pesisir pantai inilah, agama dan kebudayaan Islam dikembangkan ke daerah pedalaman oleh para ulama. Perkembangan di daerah pedalaman ini ditujukan kepada kelangan istanan yaitu raja, keluarga raja dan kaum bangsawan. Apabila raja dan kaum bangsawan telah masuk islam, maka rakyat sangat patuh dan taat terhadap perintah-perintah rajanya.
Berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan di Indonesia, para ahli menafsirkan bahwa agama dan kebudayaan islam diperkirakan masuk ke Indonesia pada sekitar abad ke 7 M, yaitu pada masa kekuasaan kerajaan Sriwijaya. Penafsiran para ahli ini diperkuat dengan berita-berita pada masa itu telah terdapat pedagang-pedagang Arab yang melakukan aktifitas perdagangan di Kerajaan Sriwjaya, bahkan mereka telah memiliki perkampungan tempat tinggal sementara dipusat Kerajaan Sriwijaya.
Pendapat lain membuktikan bahwa agama dan kebudayaan Islam masuk ke wilayah Indonesia dibawa oleh para pedagang Islam dari Gujarat (India). Hal ini dilihat dari penemuan unsur-unsur Islam di Indonesia yang memiliki persamaan dengan India seperti batu nisan yang dibuat oleh orang-orang kambay, Gujarat. Berdasarkan bukti-bukti ini para ahli membuat sebuah kesimpulan bahwa agama dan kebudayaan Islam telah masuk ke Indonesia pada abad ke 7 M dibawa para pedagang dari Arab. Persia dan India (Gujarat) dan berkembang secara nyata sekitar abad ke 13 M.
Masuk dan berkembangnya pengaruh agama dan kebudayaan Islam ke Indonesia diperkuat oleh beberapa sumber berita sejarah, baik yang berasal dari luar negeri maupun dari dalam negeri sumber-sumber berita itu diantaranya sebagai berikut :
Ø   Berita Arab
Berita ini diketahui melalui para padagang Arab yang telah melakukan aktifitas dalam bidang perdagangan dengan bangsa Indonesia pada masa perkembangan Kerajaan Sriwijaya (abad ke 7 M) sebagai Kerajaan maritim yang menguasai jalur pelayanan perdagangan di wilayah Indonesia bagian barat termasuk Selat Malaka. Kegiatan para pedagang Arab di kerajaan Sriwijaya dibuktikan dengan adanya sebutan para pedagang Arab untuk Kerajaan Sriwijaya, yaitu Zabag, Zabay atau Sribusa.

Ø    Berita Eropa
Berita ini datangnya dari Marcopolo, ia adalah orang eropa yang pertama kali menginjakkan kakinya di wilayah Indonesia, ketika ia kembali dari Cina menuju Eropa melalui jalan laut. Ia mendapat tugas dari kaisar cina untuk mengantarkan putrinya yang dipersembahkan kepada kaisar Romawi. Dalam perjalanannya itu ia singgah di Sumatra
- bagian Utara. Di daerah ini ia telah menemukan adanya Kerajaan Islam, yaitu Kerajaan samudera dengan ibu kotanya Pasai.


Ø   Berita India
Dalam berita ini disebutkan bahwa para pedagang India dari Gujarat mempunyai peranan yang sangat penting didalam penyebaran agama dan kebudayaan Islam di Indonesia, terutama kepada masyarakat yang terletak di daerah pesisir pantai

Ø    Berita Cina
Berita ini berhasil diketahui melalui catatan dari Ma-Huan seorang penulis yang mengikuti perjalanan Laksamana Cheng-ho ia menyatakan melalui tulisannya bahwa sejak kira-kira tahun 1400 telah ada saudagar-saudagar Islam yang bertempat tinggal dipantai utara Pulau Jawa.

Ø    Sumber-sumber dari dalam Negeri, Sumber-sumber ini diperkuat dengan penemuan-penemuan seperti :

 Penemuan sebuah batu di Leran (dekat Gresik). Batu bersirat itu menggunakan huruf dan bahasa Arab. Batu itu memuat keterangan tentang meninggalnya seorang perempuan yang bernama Fatimah binti Ma?mun (1028).
 Makam Sultan Malikul Saleh di Sumatera Utara yang meninggal pada bulan Ramadhan tahun 676 M atau tahun 1297 M.
 Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang wafat tahun 1419. Jerat makam didatangkan dari Gujarat dan berisi tulisan Arab.
Saluran Penyebaran Islam
Ø    Perdagangan
Sejak abad ke 7 M para pedagang Islam dari Arab, Persia dan India telah ikut ambil bagian dalam kegiatan perdagangan di Indonesia. Di samping berdagangan, para pedagang Islam dapat menyampaikan dan mengajarkan agama dan budaya Islam kepada orang lain termasuk masyarakat Indonesia.

Ø    Perkawinan
Para pedagang Islam yang melakukan kegiatan perdagangan dalam waktu yang cukup lama. Keadaan ini dapat mempererat hubungan mereka dengan penduduk pribumi atau dengan kaum bangsawan pribumi. Jalinan hubungan yang baik ini terkadang diteruskan dengan adanya perkawinan antara putri kaum pribumi dengan para pedagang islam.

Ø    Politik
Pengaruh kekuasaan seorang raja sangat besar peranannya dalam proses Islamisasi. Ketika seorang raja memeluk agama Islam maka rakyat juga akan mengikuti jejak rajanya. Setelah tersosialisasinya agama islam, maka kepentingan politik dilakukan -melalui perluasan wilayah kerajaan, yang diikuti pula dengan penyebaran agama Islam. Contohnya, Sultan Demak mengirimkan pasukannya untuk menduduki wilayah Jawa Barat dan memerintahkanuntuk menyebarkan agama Islam. Pasukan itu dipimpin oleh Fatahillah

Ø   Pendidikan
Para ulama, guru-guru, ataupun para Kyai juga memiliki peranan yang cukup penting dalam penyebarkan agama dan budaya Islam. Meraka menyebarkan agama Islam melalui bidang pendidikan, yaitu dengan mendirikan pondok-pondok pesantren.

Ø   Kesenian
Saluran kesenian dapat dilakukan dengan mengadakan pertunjukkan seni gamelan seperti yang terjadi di Yogyakarta, Solo, Cirebon, dan lain-lain. Seni gamelan ini dapat mengundang masyarakat untuk berkumpul dan selanjutnya dilaksankan dakwah-dakwah keagamaan. Disamping seni gamelan juga terdapat seni wayang. Melalui cerita-cerita wayang itu para ulama menyisipkan ajaran agama Islam .Contohnya:Sunan Kalijaga memanfatkan seni wayang untuk proses Islamisasi.

Ø    Tasawuf
Para ahli tasawwuf hidup dalam kesederhanaan, mereka selalu berusaha untuk menghayati kehidupan masyarakatnya dan hidup bersama ditengah-tengah masyarakatnya. Para ahli tasawwuf ini biasanya memiliki keahlian yang dapat membantu kehidupan masyarakat, diantaranya ahli dalam menyembuhkan penyakit. Penyebaran agama-agama islam yang mereka lakukan disesuaikan dengan kondisi, dalam pikiran, dan budaya masyarakat pada masa itu, sehingga ajaran-ajaran Islam dapat mudah diterima oleh masyarakat. Contoh ahli tasawwuf antara lain Hamzah Fansuri di Aceh dan Sunan Panggung di Jawa.

Ø   Melalui berbagai saluran diatas, Islam dapt diterima dan berkembang pesat sejak sekitar abad ke 13 M. Alasanya adalah sebagai berikut .
? Islam bersifat terbuka.
? Penyebaran islam dilakukan secara damai.
? Islam tidak membedakan kedudukan seseorang dalam masyarakat.
? Upacara-upacara dalam agama Islam dilakukan dengan sangat sederhana.
 Ajaran Islam berupaya untuk menciptakan kesejahteraan kehidupan masyarakat dengan adanya kewajiban zakat bagi yang memiliki harta.




A. Teori-Teori Islam Masuk Ke Indonesia
Ø   Teori Gujarat
Teori ini berpendapat bahwa agama islam masuk ke indonesia pada abad ke 13 dan pembawanya dari Gujarat (Cambay), India.
Dasar dari teori ini adalah:
a. Kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa Arab dalam penyebaran Islam di Indonesia
b. Hubungan dagang Indonesia dan India telah lama melalui jalur Indonesia -Cambay - Timur Tengah - Eropa.
c. Adanya batu nisan Sultan Samudra Pasai, yaitu Malik As-Saleh tahun 1297 yang bercorak khas Gujarat.
Ø   Teori Makkah
Teori ini berpendapat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 dan pembawanyaberasal dari Arab (Mesir).
Dasar dari teori ini adalah:
a. Pada abad ke 7 yaitu tahun 674 di pantai barat Sumatra sudah terdapat perkampungan Islam (Arab).
b. Kerajaan Samudra Pasai menganut aliran Madhzab Syafi’i
c. Raja-raja Samudra Pasai menggunakan gelar Al Malik yaitu gelar dari yang berasal dari Mesir.
Ø   Teori Persia
Teori ini berpendapat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 13 dan pembawanya berasal dari bangsa Persia (Iran).
Dasar dari teori ini adalah:
a. Peringatan 10 Muharam/ as-Syura atas meninggalnya Hasan dan Husain cucu nabi Muhammad yang sangat dijunjung orang Islam (Iran)
b. Kesamaan ajaran yang dianut Syaikh Siti Jenar dengan Sufi Iran yaitu Al Hallaj
c. Penggunaan istilah bahasa Iran dalam sistem mengeja huruf Arab
d. Di temukan makam Maulana Malik Ibrahim tahun 1419 Gresik
e. Adanya perkampungan Leren/ Leran di Giri daerah Gresik
Ø   Islam masuk pada abad ke 11
Ditemukannya nisan Fatimah Binti Maemun di Leran, Gresik yang berangka tahun 1082.
Ø   Islam masuk pada abad ke 13
Catatan perjalanan Marcopolo yang pernah singgah ke perlak Pada tahun 1292 dan berjumpa dengan orang-orang yang menganut agama Islam. Ditemukannya nisan makam raja Samudera Pasai, Sultan Malik Al Saleh yang berangka tahun 1297 M.
Islam masuk ke Indonesia pada abad 13, buktinya :
·                 Batu nisan Sultan Malik Al Saleh berangka tahun 1297
·                 Catatan Marcopolo tahun 1292 yang menyatakan bahwa penduduk Perlak telah memeluk agama Islam
·                 Catatan Ibnu Batutah tahun 1345 -1346 yang menyatakan bahwa penguasa Samudra Pasai menganut paham Syafi’i
·                 Catatan Ma Huan yang menyatakan bahwa pada abad 15 sebagian besar masyarakat di Pantai Utara Jawa Timur telah memeluk agama Islam
·                 Summa Oriental karya dari Tome Pires yang memberitahukan tentang penyebaran Islam meliputi Sumatera, Kalimantan, Jawa hingga kepulauan Maluku.
Ø   Agama Islam disebarkan oleh Wali Sanga:
1.                           Maulana Malik Ibrahim / Maulana Magribi yang diperkirakan berasal dari Arab dan dianggap sebagai perintis penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa.
2.                         Sunan Ampel / Raden Rahmat : murid Maulana Malik Ibrahim yang juga pendiri pondok pesantren di Ampel Denta Surabaya.
3.                          Sunan Bonang/ Mahdun Ibrahim : putra Sunan Ampel . Ia menciptakan beberapa lagu macapat yang didalamnya berisikan ajaran Islam, seperti tembang Durma.
4.                         Sunan Drajat/ Syarifuddin : putra Sunan Ampel. Ia menumpahkan kegiatan pada upaya peningkatan kesejahteraan fakir miskin, seperti zakat, infaq.
5.                          Sunan Giri/Raden Paku : sahabat karib sunan Bonang. Ia menitikberatkan pada bidang pendidikan.
6.                          Sunan Kalijaga/Jaka Said : sarana dakwah yang digunakan berupa pertunjukan wayang kulit.
7.                          Sunan Kudus / Ja’Far Shadiq : Ia mendapat kepercayaan dari kasultanan Demak untuk menjabat hakim tinggi dan panglima militer.
8.                         Sunan Muria / Raden Umar Syaid : menyampaikan dakwah melalui seni atau tembang macapat, seperti sinom dan kinanti.
9.                          Sunan Gunung Jati/ Syarif Hidayatullah : menyebarkan islam di Jawa Barat.
B. Cara-Cara Islam Masuk Ke Indonesia
Ø   Melalui perdagangan
Melalui sosial budaya
a. Perkawinan
b. Wujud alkulturasi kebudayaan Indonesia dan kebudayaan Islam
Melalui pengajaran

C. Perkembangan Islam Di Indonesia
1. Sumatra
Islam masuk ke Sumatra dengan jalan damai yaitu melangsungkan pernikahan dengan penduduk setempat.
2. Jawa
Agama Islam masuk melalui pesisir utara karena lebih tenang daripada pesisir selatan. Bukti Islam masuk ke Jawa ditemukannya makam Fatimah binti Maemun bin Hibatulloh yang wafat pada tahun 475 hijrah atau 1087 Masehi di desa Leran, kecamatan Manyar.
3. Kalimantan
a. Kalimantan barat
Masuknya Islam di Kalimantan barat terutama di Pontianak bahkan pedalamandisiarkan oleh Sultan Syarif Abdurohman pada abad ke-18 juga menjadi penguasa Pontianak, makam, masjid, istananya masih ada sampai sekarang. Di Ketapang (kota di sebelah Pontianak) mengalir sungai besar bernama sungai Pawan, agak ke hulu sungai itu di desa Muljakerta terdapat tempat pemakaman Islam kuno. Batu nisan itu sama dengan batu nisan majapahit bahkan ada yang berhias
b. Kalimantan tengah
Agama Islam disebarkan oleh Ki Cede. Dari kota Waringin agama Islam berkembang ke timur sampai wilayah sampit, sementara di wilayah pedalaman penduduk suku dayak masih menganut agama nenek moyang yaitu agama Hindu Kaharingan.

c. Kalimantan selatan
Proses Islamisasi di mulai oleh pemimpin atau raja terlebih dahulu kemudian di ikuti rakyatnya beramai-ramai. Cara seperti ini tidak jarang disertai bentrok karena pihak yang di ajak menolak masuk islam.
d. Kalimantan timur
Penyebarannya dimulai pada kerajaan Kutai yaitu pada masa pemerintahan raja Mahkota (1575-1610). Penyebaran agama ini dibawa oleh tuan haji bandang dan tuan haji Tunggang Parangan.
4. Sulawesi
Islam masuk dimulai di Makassar, Gowa, Tallo, Sulawesi Selatan, sejak tahun 955 Hijriyah sampai 1168 Hijriyah.
5. Maluku
Mereka meyakini cerita rakyat pada abad ke 8 Masehi datang 4 orang Mubaligh yang menyebarkan agama Islam yaitu Syaidina Ali.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

bagi ada yang bisa di koreksi mohon di koreksi